Penangkapan Mufti Agung Yerusalem melanggar kebebasan beragama – Zulkifli
KUALA LUMPUR, 12 Juli (Bernama) — Departemen Perdana Menteri (Urusan Agama) mengecam keras tindakan Israel yang menahan Mufti Agung Yerusalem dan Masjid Al-Aqsa Syekh Muhammad Hussein tepat setelah Sholat Jumat di masjid tersebut pada Jumat lalu.
Menterinya Senator Dr Zulkifli Hasan dalam keterangannya mengatakan, meski Syekh Muhammad Hussein kemudian dibebaskan, namun tindakan terhadap seorang pemuka agama saat menjalankan tugasnya di Masjid Suci umat Islam merupakan pelanggaran kebebasan beragama dan berdampak pada kesucian Masjid Al-Aqsa.
Departemen ini mendesak masyarakat internasional, khususnya Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), untuk bertindak tegas guna memastikan hak beribadah, keselamatan para pemimpin agama, dan status Masjid Al-Aqsa terus dipertahankan sesuai dengan hukum internasional.
“Kami tetap teguh bersama rakyat Palestina dan akan terus mendukung segala upaya menuju perdamaian yang adil, membela hak-hak dasar rakyat Palestina dan mengakhiri segala bentuk penindasan terhadap mereka,” ujarnya.
Dalam perkembangan lainnya, Zulkifli juga mengajak masyarakat Malaysia untuk memperingati 31 tahun tragedi pembantaian Srebrenica di Bosnia dan Herzegovina yang menewaskan lebih dari 8.000 pria dan anak etnis Muslim Bosnia pada Juli 1995.
Ia mengatakan, meski Srebrenica dinyatakan sebagai “daerah aman” oleh PBB, namun tempat tersebut masih dikuasai oleh tentara Serbia Bosnia, sementara lebih dari 1.000 korban masih hilang dan sisa jenazah masih diidentifikasi untuk dimakamkan hingga saat ini.
Sejarah juga mencatat peran Malaysia dalam memperjuangkan nasib umat Islam di Bosnia melalui upaya mantan Perdana Menteri Tun Dr Mahathir Mohamad dan Perdana Menteri Datuk Seri Anwar Ibrahim, di samping keterlibatan awal Pemuda Islam Malaysia (ABIM) dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan, ujarnya.
Ia mengatakan Malaysia juga membuka pintu perlindungan bagi pengungsi Bosnia, memberikan kesempatan pendidikan di Universitas Islam Internasional Malaysia (IIUM) dan mengirimkan total 10.514 perwira dan anggota Angkatan Bersenjata Malaysia (ATM) untuk berpartisipasi dalam misi penjaga perdamaian PBB di Bosnia dan Herzegovina pada tahun 1993 hingga 1998 melalui penugasan Batalyon Malaysia (MALBAT) dan Pasukan Implementasi Perdamaian (IFOR).
Sementara itu, Zulkifli mengimbau generasi muda menjadikan tragedi Srebrenica sebagai pelajaran untuk menolak segala bentuk kebencian, perpecahan, dan tirani.
Mari kita doakan bersama agar para syuhada Srebrenica ditempatkan pada kedudukan tertinggi di sisi Allah SWT dan seluruh keluarga yang ditinggalkan terus diberikan kekuatan dan ketabahan yang luar biasa. Allahimanet Bosna!, ajaknya.
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.