Pengkhotbah Independen Dikirim untuk Membantu Menyelidiki Penyalahgunaan Kekuasaan

ALOR SETAR, 5 Feb (Bernama) — Komisi Anti Korupsi Malaysia (MACC) telah menahan dua orang, termasuk seorang pengkhotbah independen, karena dicurigai berkonspirasi menyalahgunakan wewenang untuk menyetujui sekitar RM600,000 sebagai imbalan atas biaya penggalangan dana untuk lembaga pusat pendidikan dan dakwah, delapan tahun lalu.

Perintah penahanan pria dan wanita berusia 30-an itu hingga besok dikeluarkan Hakim Noorfazlina Musa, setelah permohonan diajukan ke MACC di Pengadilan Negeri Sungai Petani pagi tadi.

Menurut sumber MACC, keduanya ditangkap sekitar pukul 13.00 kemarin saat hendak memberikan kesaksian di kantor MACC Cabang Sungai Petani.

“Dari pemeriksaan awal diketahui mereka adalah direktur utama perusahaan dan kepala departemen keuangan dan diduga bersekongkol melakukan perbuatan tersebut sekitar September 2018,” ujarnya hari ini.

Pria tersebut diyakini telah menyalahgunakan posisinya dan berkolusi dengan tersangka kedua, menyetujui pembayaran sekitar RM600.000 kepada tersangka utama sebagai pembayaran penggalangan dana tanpa mendapat persetujuan dari mitra lainnya.

Diketahui, penyelidikan yang dilakukan MACC Kedah dan Divisi Anti Pencucian Uang (AML) MACC telah dimulai sejak Oktober tahun lalu.

Direktur MACC Kedah Datuk Nazli Rasyid Sulong saat dihubungi membenarkan penangkapan tersebut dan menginformasikan bahwa kasus tersebut sedang diselidiki berdasarkan Pasal 23 UU MACC 2009.

News
Berita Teknologi
Berita Olahraga
Sports news
sports
Motivation
football prediction
technology
Berita Technologi
Berita Terkini
Tempat Wisata
News Flash
Football
Gaming
Game News
Gamers
Jasa Artikel
Jasa Backlink
Agen234
Agen234
Agen234
Resep
Download Film

A gaming center is a dedicated space where people come together to play video games, whether on PCs, consoles, or arcade machines. These centers can offer a range of services, from casual gaming sessions to competitive tournaments.

Kiriman serupa