Artikel ini diproses & diterbitkan ke Siakap Keli atas izin sumber aslinya
Asosiasi Kartografi Menjalankan Misi Pencarian Dusun Kerajaan Kesultanan Melayu Malaka
Sebagaimana diketahui bahwa sejarah merupakan sesuatu yang sangat penting untuk dipelajari dan ditelusuri. Sebab, sejarah menggambarkan suatu peristiwa atau kisah masa lalu yang terjadi pada suatu saat di masa lampau.
Biasanya tempat bersejarah tersebut sering dikaitkan dengan bukti ditemukannya monumen atau bangkai dan kerangka yang menunjukkan terjadi sesuatu di kawasan tersebut.
Namun seiring berjalannya waktu, peristiwa sejarah yang terjadi di negeri ini kurang banyak diketahui dan diperhatikan.
Kali ini para peneliti Etiquity Cartographic Research Center dan Melaka Cartographic Association yang diwakili oleh Shahrul Azzim Abd Aziz (Mr. Cartography), Mohd Faizal Khusairy Razali dan Mohd Hazreen Hairudin berkesempatan untuk ikut serta dalam misi pencarian dusun kerajaan Kesultanan Melayu Melaka.
Ikuti sharingnya dibawah ini.
Misi Pencarian Dusun Kerajaan Kesultanan Melayu Malaka (Sarvaratos / Sarvarrallos).
Mengaktifkan kembali misi penjelajahan untuk menemukan lokasi yang pernah menjadi tempat berdirinya Dusun Kerajaan Kesultanan Melayu Malaka dan dikemukakan oleh Manuel Godinho de Eredia dalam tulisan dan naskah kartografi yang dihasilkannya dalam karya berjudul Declaracam de Malaca e India Meridional com o Cathay pada tahun 1613.
Dijelaskannya tentang Dusun Diraja yang merupakan salah satu peninggalan Kesultanan Melayu Malaka yang terletak di sumber Sungai Baru pada Bab 4 Tentang Purbakala (CAP.4.DE: ANTIGVIDADES).
Tulisannya tentang Sarvaratos / Sarvarrallos:
Dan di sumber Sunebaru, masih tersisa jejak-jejak kebun kerajaan sarvarrallos, tempat ditanamnya pohon-pohon dengan segala jenis buah-buahan yang lezat dan segala jenis bunga, serta bunga mawar yang harum dan harum bagaikan surga duniawi.
Atau diterjemahkan ke dalam bahasa Melayu :.
Di sumber Sunebaru (Sungai Baru), masih terdapat bekas Taman Kerajaan Sarvarrallos yang ditanami berbagai jenis pohon buah-buahan yang nikmat serta berbagai jenis bunga dan mawar yang harum dan wangi, seolah-olah merupakan surga dunia.
Berdasarkan uraian yang ditulis Eredia dalam naskah berusia lebih dari 400 tahun tersebut, tampak bahwa kawasan yang dimaksud adalah Dusun Kerajaan yang terlalu indah dan banyak buah-buahan serta bunga bak surga dunia.
Kajian yang dilakukan oleh peneliti dari Etiquity Cartographic Research Center dan Melaka Cartographic Association yang diwakili oleh Shahrul Azzim Abd Aziz, Mohd Faizal Khusairy Razali dan Mohd Hazreen Hairudin menganalisis beberapa catatan penelitian dan naskah yang ditulis oleh peneliti sebelumnya yang menjelaskan keberadaan desa-desa indah di Sungai Baru yang mereka telusuri sekitar tahun 1800an dan 1900an.
Jalur peneliti terbagi menjadi beberapa wilayah utama dalam melakukan penelitian dan penelitian secara detail, diantaranya di sekitar Masjid Tanah, Ayer Limau, Durian Daun, Solok Duku, Kampung Jeram, Kampung Pulau, Lubok Redan, Ayer Molek dan beberapa wilayah lainnya yang terletak di cekungan Sungai Baru.
Pengamatan dan analisis hidrologi juga sangat penting dalam upaya menemukan lokasi sumber mata air Sungai Baru karena terdapat banyak anak sungai ke Sungai Baru.
Diskusi dan eksplorasi dengan warga sekitar juga dilakukan untuk mengidentifikasi kawasan yang dulunya merupakan rumah bagi pohon buah-buahan tua yang mungkin berusia ratusan tahun, yang menjadi taman bermain mereka pada masa lalu.

Penduduk setempat di Kg. Lubok Redan yang terletak di cekungan Sungai Baru, Bapak Abd Wahab Ismail dan Bapak Johari Ghani juga berbagi cerita semasa kecil dan remaja tentang keberadaan pohon durian dan pohon sepam tua yang begitu besar dan tinggi yang masih ada pada saat itu.
Konon pohon sapam menjadi penyangga angin kencang yang menerpa desa tersebut.
Di dekat desa ini juga terdapat area persawahan yang terpampang dalam naskah kartografi kuno sekitar tahun 1940an hingga 1960an yang diberi nama Sawah Labohan Kapal.

Menurut cerita warga sekitar dan cerita turun temurun dari orang tuanya, lokasi persawahan ini dulunya merupakan tempat berlabuhnya kapal-kapal yang hendak menuju Sungai Baru.
Namun saat ini nampaknya lebar Sungai Baru semakin mengecil dan keadaannya pasti berbeda pada masa lalu, apalagi sekitar ratusan tahun yang lalu.

Banyak hal yang perlu diidentifikasi dan dipelajari dalam upaya pencarian lokasi Royal Hamlet of Sarvarrallos atau Sarvaratos yang hingga saat ini masih belum dapat dipastikan.
In sya Allah semoga suatu saat nanti Dusun Kerajaan ini bisa teridentifikasi walaupun besar kemungkinannya, kondisi asli lokasi ini sudah berubah total karena usianya sudah ratusan tahun.
Kelompok peneliti juga akan terus melakukan penelitian berkelanjutan di wilayah lain yang terletak di cekungan Sungai Baru hingga suatu saat dapat diketahui lokasi pasti Sarvarrallos atau Sarvaratos.
Kajian terhadap Dusun Diraja bukan sekadar upaya akademis, melainkan tanggung jawab dalam mengungkap simbol keagungan sejarah Kesultanan Melayu Malaka yang pernah menaungi kawasan itu ratusan tahun lalu.
Mengangkat kembali sejarah keberadaan Dusun Diraja berarti kita sedang dalam proses mengembalikan narasi peninggalan sejarah yang hampir terendam ratusan tahun agar generasi sekarang dan mendatang tidak hanya sekedar mewarisi cerita namun memahami makna sebenarnya dari kejayaan yang pernah terpatri di tanah Malaka.
Berita Terkini
Berita Terbaru
Daftar Terbaru
News
Jasa Impor China
Berita Terbaru
Flash News
RuangJP
Pemilu
Berita Terkini
Prediksi Bola
Technology
Otomotif
Berita Terbaru
Teknologi
Berita terkini
Berita Pemilu
Berita Teknologi
Hiburan
master Slote
Berita Terkini
Pendidikan
Resep
Jasa Backlink
Slot gacor terpercaya
Anime Batch