Kesediaan Kaji Usulan Status Bebas Pajak Langkawi Tunjukkan Kepedulian Pemerintah – PPIPL

ALOR SETAR, 19 April (Bernama) — Kesediaan mengkaji usulan pemulihan status bebas pajak di Langkawi menunjukkan kepedulian dan upaya pemerintah untuk menghidupkan kembali perekonomian di pulau pariwisata tersebut.

Ketua Persatuan Industri Pariwisata Langkawi (PPIPL) Raseli Yahya yang menyambut baik hal tersebut mengatakan, hal tersebut memberikan sinyal positif bahwa pemerintah berkomitmen untuk memastikan pulau tersebut tetap menjadi tujuan wisata utama negara.

“Kami mengapresiasi kepedulian Perdana Menteri (Datuk Seri Anwar Ibrahim) yang menyadari tantangan yang dihadapi industri pariwisata Langkawi saat ini termasuk peningkatan biaya operasional dan penurunan daya tarik wisatawan domestik,” ujarnya dalam keterangannya hari ini.

Raseli mengatakan, PPIPL juga menjunjung tinggi titah Sultan Kedah Al-Aminul Karim Sultan Sallehuddin Sultan Badlishah yang memicu diskusi mengenai hal tersebut dan menggambarkan sinergi antara pimpinan nasional dan lembaga kerajaan sangat penting dalam mencari solusi terbaik untuk kepentingan rakyat dan industri.

Ia mengatakan, PPIPL menilai kajian tersebut merupakan langkah yang tepat dan berharap juga mempertimbangkan perlunya kembali memperkuat daya saing Langkawi termasuk aspek biaya, pengalaman wisata, dan keberlanjutan perekonomian lokal.

“Kami berkomitmen penuh untuk bekerja sama dengan kementerian dan lembaga terkait dalam memberikan masukan industri dan data lapangan untuk mendukung proses penilaian. Kami berharap hasil kajian tersebut dapat menghasilkan langkah-langkah strategis yang dapat mempercepat pemulihan sektor pariwisata Langkawi,” ujarnya.

Pada tanggal 1 Januari 1987, Langkawi dinyatakan sebagai pulau bebas bea, sehingga menjadikannya salah satu tempat wisata belanja.

Namun, pada 1 Januari 2021, pemerintah saat itu memberlakukan pajak atas rokok dan produk tembakau di pulau tersebut, menyebabkan Langkawi tidak lagi menikmati status bebas pajak sepenuhnya.

Penasihat Organisasi Amal Rakyat Langkawi Nor Saidi Nanyan yang sejalan dengan PPIPL juga mengapresiasi perhatian Perdana Menteri dan berharap kajian tersebut juga mempertimbangkan permasalahan terkait layanan penyeberangan di Langkawi yang sudah berlangsung lama.

“Permasalahan mendasar seperti layanan penyeberangan yang tidak konsisten, jadwal perjalanan yang terbatas, dan ketidaknyamanan penumpang terus mempengaruhi media yang menghubungkan Langkawi dengan Kuala Kedah dan Kuala Perlis.

“Layanan feri yang dioperasikan oleh Langkawi Ferry Line Ventures Sdn Bhd sangat bergantung, namun ketidakstabilan layanan, terbatasnya jadwal, dan masalah kenyamanan penumpang berdampak besar pada industri pariwisata,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komite Pariwisata, Kebudayaan dan Kewirausahaan Negara Datuk Salleh Saidin mengatakan dia yakin bahwa langkah untuk memulihkan status bebas pajak penuh di Langkawi akan menambah semangat sektor pariwisata di pulau permata Kedah.

Ia mengatakan sektor pariwisata di pulau tersebut menunjukkan perkembangan positif ketika, untuk pertama kalinya sejak pandemi COVID-19, jumlah kunjungan wisatawan melampaui tiga juta orang pada tahun lalu.

Menurut Salleh, statistik resmi Otoritas Pembangunan Langkawi (LADA) menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar dunia masih dilanda pandemi ini pada awal tahun 2021, jumlah wisatawan yang datang anjlok menjadi 1,09 juta orang, sebelum meningkat menjadi 2,58 juta (2022) dan 2,81 juta (2023).

Salleh mengatakan pada tahun 2024, angkanya akan meningkat menjadi 2,91 juta dan 3,22 juta pada Tahun Kunjungan Kedah 2025.

Lonjakan wisatawan akan berlipat ganda jika status bebas bea dikembalikan sepenuhnya karena sejak awal itulah wajah, citra, dan kekuatan asli Langkawi, ujarnya seraya menambahkan bahwa pulau tersebut tidak pernah kehilangan keajaiban sebagai destinasi wisata unggulan.

PakarPBN

A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.

In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.

The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.

Jasa Backlink

Download Anime Batch

Similar Posts