Allah Ta’ala melarang menjadi pendukung kezaliman, mendukung para penguasa zalim bahkan musuh Islam seperti Donald Trump.
Sejumlah ayat Al-Qur’an dan Sunnah Nabi ﷺ menegaskan larangan menjadi pembela kaum penindas dan bersekutu dengan mereka. Allah Ta’ala berfirman:
Dan janganlah kamu bergantung pada orang-orang yang berbuat zalim, karena nanti api akan menjamahmu, dan kamu tidak mempunyai wali selain Allah, maka kamu tidak akan ditolong.
Dan janganlah kamu condong kepada orang-orang zalim yang menyebabkan kamu dijamah api neraka, padahal kamu tidak mempunyai penolong selain Allah, sehingga kamu tidak akan ditolong. (QS. Hud : 113)
Sekedar cenderung kepada mereka pun terlarang dan diancam neraka. Apakah belum sampai peringatan ini kepada kita?
Para pendukung kebijakan ini membela mati-matian, dengan menyebutnya sebagaimana strategi, main cantik, meredam Donald Trump dari dalam, sesuai Sirah Nabawiyah….bla bla..
Memangnya sekuat apa kita, sehebat apa lobi kita, di mata pemimpin zalim tsb? Sementara di dalam negeri saja kebijakan ini menjadi bulanan-bulanan dan di olok-olok?
Yang nampak justru puja puji dan menjilat untuk Donald Trump sering diucapkan.
Pejuang Palestina memperingatkan agar berhati-hati dengan permainan Trump, yang goal akhirnya adalah memperkuat Israel, melemahkan Palestina, dan melumpuhkan perlawanan, di balik kata-kata manisnya.
Allah Ta’ala berfirman:
Dan janganlah kamu saling membantu dalam berbuat dosa dan pelanggaran.
Dan janganlah kalian saling tolong-menolong dalam dosa dan ‘udwan (permusuhan, pelanggaran). (QS. Al Maidah : 2)
Imam Ibnu Katsir Rahimahullah berkata:
Dia melarang mereka mendukung kebatilan dan ikut serta dalam perbuatan maksiat dan hal-hal yang diharamkan
Allah melarang mereka tolong menolong dalam kebatilan, dan saling membantu dalam dosa dan hal-hal yang haram. (Tafsir Al Quran Al ‘Azhim, 13/2)
Semoga Allah Ta’ala memberikan hidayah kepada para pemimpin negeri ini, agar tidak marah-marah, dan berpihak pada Mujahidin Palestina, bahkan tidak berpihak pada musuh Mujahidin Palestina.
Tuhan memberkati!!




✍ Farid Nu’man Hasan
Terkait
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.